Kawasan Pantai Padang Hingga Hari ke 4, Pengunjung Belum Ada yang Menjerit terkait Harga Makanan, Waspada Bos Kaleng..! - Go Asianews

Breaking


Friday, April 4, 2025

Kawasan Pantai Padang Hingga Hari ke 4, Pengunjung Belum Ada yang Menjerit terkait Harga Makanan, Waspada Bos Kaleng..!

Kondisi ruas jalan Samudra pada malam hari, Kamis (3/04) yang dipadati pengunjung.


GoAsianews.com
Padang (SUMBAR)
- Libur lebaran 1446 H/ 2025 M telah melewati hari ke 4. Dari pantauan tim GoAsianews dilapangan hingga Kamis malam (3/04/2025) belum ada para pengujung/wisatawan lokal/domestik yang menjerit karena pungutan/tarif parkir atau harga makanan yang diluar kewajaran (pakuak).


Hal ini tentu saja menjadi sebuah capaian yang luar biasa, koordinasi lintas sektor dan lintas Dinas dilingkungan Pemerintah Kota Padang telah membuahkan hasil, diantaranya Dinas Pariwisata, Perhubungan, Satpol PP dan stakeholder lainnya seperti masyarakat setempat.


Dengan titik lokasi yang terpisah, tim GoAsianews telah melakukan pemantauan dan wawancara terhadap beberapa pengujung dikawasan Pantai Padang hingga Pantai Purus. Mereka yang diwawancarai mengaku tidak ada masalah dengan harga makanan dan tarif parkir.


Walaupun dari beberapa titik lokasi terpantau, beberapa petugas parkir tidak memberikan karcis tanda bukti penarikan distribusi parkir terhadap pengendara, namun nominal pungutan masih dalam nilai yang wajar.


Akan tetapi disisi lain, ada kekhawatiran yang tersirat dari pengunjung terkait aksi ngamen ayat yang dilakukan oleh sejumlah anak-anak di objek wisata tersebut.


"Harga makanannya standar pak," ucap Mega, Kamis (3/04).


Hal senada juga disampaikan Tio, Wisatawan yang berasal dari Sawahlunto pada Rabu (2/04) kemaren.


"Untuk kawasan daerah wisata.., harga makanan dan tarif parkir mobil saya rasa cukup wajar," ungkapnya.


Namun Tio cukup prihatin banyaknya anak-anak yang ngamen ayat suci Al Quran.


"Kita nggak marah pada mereka, buktinya kita kasih kok saat mereka datang, tapi saya khawatir.. ada bos kaleng (pengomando pengemis anak-anak) yang mengendalikan mereka, sebab ini modus / cara lain meminta sedekah, kasihankan.. anak-anaknya, sementara yang mendapat keuntungan besar pasti bosnya," tambah Tio.


Sementara itu, dari beberapa anak pengamen ayat saat ditanyai GoAsianews, mengaku mereka tidak berdomisili di kawasan pantai Padang dan Pantai Purus.


Disisi lain, aksi cepat yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang dan Dinas PU Kota Padang dalam menjaga kebersihan areal pantai diapresiasi oleh pelaku usaha ekonomi dikawasan wisata tersebut.
(tim)

Editor: Denni Hand

No comments:

Post a Comment

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->